Untuk kita..

Ada kalanya, kita tiba-tiba merasakan ada sesuatu yang salah. Ada kalanya, kita merasakan ada bagian dari diri kita yang kosong. Ada kalanya, kita merasa sedih tanpa sebab. Apakah mungkin itu cara Allah mengingatkan kita untuk tetap dekat dengan-NYA, apakah mungkin itu cara Allah mengingatkan kita untuk banyak introspeksi diri dan berdzikir kepada-NYA. Jika beruntung kita akan segera menyadari. Bahwa mungkin kita rindu pada-NYA. Rindu berkeluh kesah pada-NYA, rindu bercerita pada-NYA, rindu memohon pada-NYA.

Ada kalanya kita merasa takut. Seringnya kita merasa takut, takut kehilangan. Kita takut kehilangan, kehilangan sesuatu yang kita anggap milik kita, padahal semua itu titipan, karena sedari awal semua itu titipan, karena semua yang kita miliki adalah milik-NYA. Allah hanya menitipkannya kepada kita dan menguji kita, mampukah kita merawatnya, mampukah kita memanfaatkannya untuk tetap berada di jalan-NYA dan mampukah kita melepasnya apabila suatu saat diambil kembali oleh-NYA

Kemudian, pilihan ada di tangan kita. Menyadari sedari awal, lakukan yang terbaik menurut versi kita, lakukan yang terbaik di manapun kita berada, karena Allah melihat, Allah menilai, Allah memperhitungkannya. Atau pilih untuk mengabaikannya..

With love

Ratih Puspa Dewi



Iklan

Mari bikin untir-untir

Untir-untir itu jajanan kesukaan saya, rasanya yang gurih manis nyummmmmiee…Kebetulan beberapa waktu yang lalu tidak sengaja lihat resepnya mak frida di instagram (makasih mak frida), langsung aja saved resep terus weekend ini bikin. Lumayan lho hujan-hujan punya cemilan di rumah, apalagi kalau dinikmatinnya sambil nge-teh atau ngopi pasti jadi nggak mau berhenti ngemilnya…duhhh kalau begini timbangan jadi semakin bergerak ke kanan, hiks hiks. Yuk simpan resepnya supaya besok kalau mau makan untir-untir dan mau bikin gampang tinggal intip resepnya;


Resep Untir-untir

Sumber : fridajoincoffee

Recook : me

Bahan:

250 gr tepung terigu

60 gr gula pasir

1 butir telur

50 gr margarin (saya pakai yang cake and cookie)

1/2 sdt garam

1/4 sdt baking soda

65 ml santan (saya pakai santan instan)

Cara membuat :

Campurkan semua bahan kering aduk rata, tambahkan margarin santan telur aduk-aduk rata dan uleni. Gilas agak tipis, potong-potong, plintir pelan-pelan, goreng dengan minyak banyak dan api kecil. Sajikan.

Pengalaman saya:

  • Goreng pakai api kecil dan jangan ditinggal-tinggal karena adonan mudah gosong, kemarin saya tinggal sebentar saja langsung gosong
  • Hasil nya memang ada kristal-kristal gula pasirnya ya (ini yang bikin adonan mudah gosong)
  • Ini lebih krispi ya tidak keras seperti kalau untir-untir beli di toko
  • Pakai resep ini jadinya hanya setoples kecil merk moorlife ya yang ukurannya 12,6cm x 11,3cm x 9cm

Selamat memasak.

Warm regards

Ratih puspa dewi



Sagu keju lumer di mulut (nyummmiee)..

Sabtu telah tibaaaaaaaa !!!!!! itu artinya belajar memasak tiba. Belajar memasak di sini artinya memasak yang jarang saya masak (bukan masakan sehari-hari) seperti kue tradisional, kue kering, cake, lauk atau sayur yang agak ribet bumbu dan cara masaknya. Saya selalu excited kalau weekend tiba, karena saya jadi punya sedikit waktu longgar untuk eksperimen di dapur.

Serumah ini (kecuali si bungsu) adalah tipe yang suka ngemil dan makan maka harapan saya sederhana, saya ingin anak-anak dan suami jatuh cinta dengan masakan saya dan saya ingin dikenang oleh anak-anak ketika mereka besar nanti, saya ingin mereka ingat masakan bundanya ketika mereka sedang jauh dari rumah (hope). Semoga semangat belajar ini tidak memudar ya sampai saya tua nanti.

Tanggal 25 November 2018 kemarin saya coba buat kue kering sagu keju yang kalau dimakan lumer nyesss langsung di mulut. Buatnya juga ketika anak-anak masih aktiv main di rumah, beruntungnya saya punya patner (suami) yang baik yang membantu menjaga dan mengajak anak-anak bermain. Jadi meskipun kemarin saya kluthekan di dapur, daerah kekuasaan saya masih aman karena tidak dijajah oleh anak-anak karena mereka asyik bermain bersama, hanya kadang-kadang saja si bungsu panggil “abun abun abun” sambil nyium- nyium manja atau numplek-ke  bakul plastik yang isinya bawang merah putih kemudian dibuat mainan dan disebar sana sini.

Mari simpan resepnya, sebagai jalan keluar atas keterbatasan ingatan saya mengingat resep masakan;

Resep

Source @tintinrayner

Repost : @hen.christy

Rebake : me

200 gram Tepung Sagu
70 gram Gula Halus
75 gram Keju Parut
1 butir Kuning Telur
30 gram Margarin
70 gram Salted Butter mis: Anchor,Wijsman,Orchid
30 ml Santan Kental Instant mis: Kara

Taburan : Keju parut (saya tidak pakai taburan)

1 Sangrai tepung sagu sampai terasa kering & ringan,angkat tunggu sampai uap hilang,sisihkan
2 Panaskan Oven 150 derajat celcius (saya pakai oven tangkring)
3 Mixer margarin+butter+gula sekitar 2 menit,masukkan telur,mixer rata,lalu masukkan santan,mixer rata lagi,matikan mixer
4 Terakhir masukkan keju parut &tepung sagu yang sudah diayak
aduk pakai spatula sampai rata
5 Masukkan adonan dalam plastik segitiga lalu semprotkan diatas loyang yang sudah dioles atau dialasi kertas roti,taburi topping
6 Panggang dalam suhu 150 derajat selama 30 menit atau sampai keemasan renyah sesuaikan oven+selera yah

Pengalaman saya:

  1. Pakai oven tangkring yang tidak ada termometernya harus punya ilmu kebatinan dan ilmu kira-kira yang tepat, oh ya harus sering bawa senter untuk cek apakah warnanya sudah mulai berubah  ūüėÄ
  2. Kemarin saya panggang dengan api sedang dari kompor gas, saya panggang 40 menit hasilnya agak kecoklatan, mungkin panggangnya bisa pakai waktu 35 menit, atau kembali lagi dikira-kira seperti yang saya bilang tadi ya, karena susah kasih patokan kalau pakai otang. Kalau hasil panggang kecoklatan, kejunya jadi terlalu kering dan kalau lagi batuk seperti saya malahan nanti kejunya bikin tenggorokan jadi gatel.
  3. Satu resep itu jadinya hanya 42 keping sagu keju ukuran sedang, atau 1 toples ukuran medium miliknya moorelife yang bentuknya kotak volume 900ml dengan ukuran 12,6cm x 11,3cm x 9cm

Semangat belajar !!!!

Warm Regards

Ratih Puspa Dewi

Kue klepon

Libur tanggal 20 November 2018 kemarin kembali belajar masak, kali ini bikin kue klepon kesukaannya suami yang sudah di request hampir 1 tahun yang lalu (hehehe), maaf ya suami..istrimu ini nyali dan niatnya di level cemen, mau nyoba takut gagal (karena ada pengalaman bikin onde-onde dua kali sempet gagal satu kali) terus juga mau nyoba bikin alasannya nggak ada waktu. Si kakak ikut excited, dia ikut bantu bikin, meski hanya bikin 2-3 buletan kemudian selesai karena dia bosan dan  jam tidur siangnya juga sudah tiba.Oya, dan si kakak ini juga suka sama kue klepon. Dia anak kecil yang suka sekali ngemil kue/jajanan tradisional seperti gethuk, apem, pasung, grubi, puthu ayu dll, saya seneng sih karena selain roti-roti manis dia masih mau mengenal dan mau makan kue/jajanan tradisional. Di rumah sepertinya hanya anak bungsu yang tidak suka ngemil, dari roti-roti manis, kue/jajanan tradisional sampai jajan yang ada di warung seperti wafer dan kue kering lainnya, kalau begini saya malah jadi bingung karena dia nggak suka ngemil dan susah makan nasi.

Oke, kembali ke klepon, saya simpan resepnya disini supaya lain waktu kalau mau masak tinggal intip lagi karena saya tipe ibu-ibu yang kadang kalau masak harus intip resep lagi (ingatannya agak terbatas soalnya, hehehe), ini resepnya saya ambil dari instagram cici tintin rayner.

Resep klepon (dimodifikasi sedikit-sedikit)
Sumber: IG tintinrayner 

bola ketan
250 gr Tepung Ketan (aku Rosebrand)
50 gr Tepung Beras (aku Rosebrand)
Air secukupnya sampe adonan bisa dipulung bulet2
(saya tambahi pasta pandan secukupnya sampai dapat warna hijau yang diinginkan)

isian
Gula merah disisir sesuai selera aja

Balutan
Kelapa parut kira2 aja aku kukus dulu 20 menitan biar ga gampang basi

1.Uleni bahan bola2 sampe bisa dipulung,jangan terlalu lembek nanti kleponnya  gembos
Kalo terlalu kering nanti gampang bocor gulmernya
2. Isi bagian tengahnya dengan gulmer sisir,lalu bentuk bola2.sisihkan
3. Rebus air sampe mendidih,masukkan bola2,kalo uda mateng dia mengambang
4. Gulingkan di kelapa parut
Kasi garam/tidak bebas ya.Kalo menurutku gula merah itu uda rada asin,jadi ga perlu kasi garem lagi ke parutan kelapanya tar tabrakan.

Pengalaman saya:

  • Kemarin saya waktu bulet-buletin kadang gulanya sedikit agak menyembul keluar, selama yang keluar hanya setitik-setitik masih tidak apa-apa karena ternyata ketika direbus tidak bocor
  • Waktu bulet-buletin adonan jauh-jauh ya dari kompor (jangan sampai kena uap air rebusan) dan jangan terlalu lama dibuletin karena kalau kena suhu agak hangat sedikit (baik dari kompor,uap air atau suhu hangatnya tangan) ternyata adonannya jadi agak lembek nanti malah bikin gembos saat direbus kayak yang cici tintin bilang.
  • Entah kenapa waktu kelapa parut dikukus hasilnya jadi agak kecoklatan kelapanya ya, mungkin dandang saya yang sudah tidak bagus ya (kode keras pak suami, hahaha) atau kah memang begitu ya kalau kelapa parut dikukus??????
  • Oya saya bulet-buletinnya lumayan besar, dibanding dengan klepon yang dijual mungkin besarnya hampir dua kalinya, kenapa agak besar-besar buletinnya? ini karena saya ingin isian gula jawanya agak banyak dan saat bulet-buletin adonan gulanya tidak menyembul keluar.

Next try… mau coba bikin sentiling. Selamat memasak bunda, semangat selalu, hingga anak dan suamimu selalu jatuh cinta dengan masakanmu (hope).

Warm Regards

Ratih Puspa Dewi



Perlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan..


Berbuat baiklah, jangan pandang siapa yang meminta..


Apa yang kamu tabur, itu yang akan kamu tuai..


Yang kamu perbuat saat ini, akan kembali lagi kepada kamu..


Entah kapan,tinggal tunggu waktunya…


Tuhan mengetahuinya, Tuhan memberikan balasannya..


Maka sekali lagi berbuat baiklah,untuk orang lain..


Karena menjadi orang baik untuk diri sendiri saja tidak cukup..


Dia tempatku belajar..

Dia kadang berteriak, mungkin karena dia kelebihan energi

Dia kadang kasar, mungkin karena motorik nya belum terlatih

Dia kadang pelit, mungkin dia belum sepenuhnya belajar berbagi..

Dibalik semua itu dia sebenarnya baik, dia kadang perhatian dengan sekitarnya. Dia memijit kaki bundanya ketika melihat bundanya lelah. Dia menyuapi adiknya roti ketika dia makan roti. Dia mengingatkan ayahnya untuk tidak merokok ketika ayahnya mulai keluar rumah dan merokok di luar pagar rumah. Dia juga membagi susu kotaknya kepada adiknya ketika bunda sengaja hanya membelikan 1 kemasan susu. Dia membersihkan wajah adiknya dari tepung ketika adiknya asik bermain tepung milik bunda. Dia membantu mencuci piring bekas makannya dia (tanpa diminta)..

Bersabarlah bunda, dia sedang berproses, dan bunda tau berproses itu tidak instan, berproses itu butuh waktu. Kita sebagai orangtua harus sering mengarahkan, tanpa kenal lelah. Jangan mengeluh, jangan melabeli, karena itu akan tertanam dibawah alam sadar bunda dan alam sadar balita mu.

Ingat balita mu sedang belajar, belajar menjadi baik, seperti dirimu yang setiap hari juga belajar menjadi orangtua yang baik. Seperti dirinya, dirimu pun ketika berproses kadang melakukan kesalahan, jadi jangan meluapkan marah padanya, nasihati dengan santun, ketika dia “berlebihan” tegurlah dengan tegas bukan dengan kasar dan bukan pula dengan bentakan atau teriakan

Tersenyumlah dan berbahagialah, karena kebahagianmu adalah surga mereka. Sejauh apapun anak-anak pergi dan bermain, keluarga adalah tempat mereka kembali pulang.

Warm Regards

(Bunda yang harus terus belajar)


Kue Lumpur Surga

Kue tradisional ini beberapa waktu lalu sempat hits di Instagram karena sering muncul di kolom explore instagram. Entah kenapa bisa diberi nama kue lumpur surga, namanya unik dan semoga seenak rasanya ya. Kemarin minggu libur di rumah saya coba buat kue tradisional ini, tetapi tidak sempat fotoin step by step karena terlalu kotor tangan dan berantakannya dapur :D. Ini hanya ada sebagian penampakan yang dikata orang kue lumpur surga:

Kemarin perdana buat kue ini, dan waktu kue sudah matang seperti biasa saya yang baru belajar masak ini excited sekali, karena penasaran bagaimana hasilnya berhasil atau tidak, bagaimana rasanya enak atau tidak, dan bahkan ketika mau dokumentasiin hasil masakan ada lagi lho yang ikut penasaran yaitu si bungsu abrizam yang juga sudah tidak sabar lagi kepengen makan sampai tangannya mau towel towel itu kue (padahal waktu kue sudah dingin dia tidak mau makan, hiks).

Saran saya kalau ada yang mau coba bikin kue ini :

  1. Cari wadah/cup yang agak tinggi karena ketika adonan pertama dituang hasilnya agak naik sedikit, kalau wadah tidak cukup tinggi takutnya nanti lapisan kedua (lapisan putih) tidak bisa muat banyak, padahal lapisan ini penyeimbang rasa karena rasanya yang gurih. Kemarin saya pakai takir daun pisang karena stok cup alumunium foil saya habis. Bagi yang suka aroma daun pisang bisa pakai takir daun pisang, tetapi bagi yang suka simpel bisa pakai cup alumunium foil.
  2. Selain wadah yang agak tinggi, untuk menuang adonan juga harus dikira-kira ya jangan terlalu banyak (diatur disesuaikan saja sama tinggi wadahnya) supaya nanti tidak terlalu memenuhi wadah ketika mau menuang lapisan putihnya
  3. Untuk lapisan putihnya sebaiknya santannya bisa lebih banyak dari yang ada di resep  karena nanti ketika dicampur dengan tepung dan dimasak jadi mengental, pengalaman kemarin saya buat ada 1 wadah yang tidak dapat lapisan putih. Kemarin santan sudah saya lebihi jadi 220ml dari resep aslinya 200ml tetapi masih kurang, baiknya bisa pakai lebih dari 220ml.
  4. Untuk menikmati kue nya, versi nya saya sih saya lebih suka menunggu kue nya hampir dingin/dingin suhu ruangan, karena kalau sudah dingin adonan sudah set. Saya kemarin tidak sabar mencoba ketika kue masih hangat-hangat kuku, tekstur kue nya masih juicy sekali, jadi rasanya agak-agak aneh.

Berikut saya lampirkan resepnya ya:

Sumber : Instagram @lidyatjahjadi

Bahan Lapisan Hijau:
– 1 btr telur
– 3 sdm gula pasir (bagi yang suka manis bisa coba 4sdm)
– 1 sdm tepung terigu
– 130 ml santan
– 30 ml air daun suji yg sudah sari nya ya atau bisa juga pasta pandan. (me: 6 lembar daun pandan diblender dengan 120 ml air)

Bahan Lapisan Putih:
– 200 ml santan (me : 220ml)
– 1 sdt tepung beras
– 1 sdt tepung maizena
– 1 sdt gula
– Sejumput garam
( Lapisan Putih
Campur semua bahan di dalam panci, aduk rata. Lalu masak dgn api kecil sambil diaduk hingga meletup-letup, sisihkan )

Caranya:
‚ö¨Lapisan Hijau
Kocok telur dan gula, tambahkan santan dan air pandan, lalu aduk hingga gula larut. ‚ö¨Tambahkan tepung terigu, aduk rata lagi, lalu saring. ‚ö¨Masukan adonan ke dalam wadah aluminium foil.
atau bisa jg pakai takir daun pisang. ‚ö¨masukan adonan ¬ĺ dari wadah, lalu kukus selama 15 menit kemudian masukan lapisan putih yg sudah dimasak.
‚ö¨Kemudian kukus lagi selama 10 menit. Matikan api, angkat lalu sajikan saat dingin

Note : kalau saya 1/2 butir kelapa bisa jadi 250ml

Selamat mencoba

Warm Regards

Ratih Puspa Dewi