Percobaan membuat sweet bread ..

Weekend itu belajar!!!!! Itu quote pendamping saya yang lagi semangat belajar masak. Kenapa weekend, ya karena di weekend ini lah saya memiliki waktu yang sedikit luang untuk melakukan hal hal produktif (ciye…gaya banget bahasanya). Ya mau gimana lagi, karena memang bisanya efektif belajar otodidak ini ya di akhir pekan, meskipun seringnya sih saya kalau baking masih sambil jejeritan ngawasin anak-anak main, habisnya kakak sama adek ini selalu saja punya alasan untuk bertengakar, kalau tidak bertengkar kadang melakukan hal-hal aneh yang di luar dugaan saya yang bikin saya banyak-banyak istighfar.

Tanggal 23 Desember kemarin, akhirnya saya belajar lagi membuat roti manis untuk yang kedua kalinya setelah yang sebelumnya sempet gagal dan hasilnya keras. Happy banget kali ini lumayan berhasil dan suami suka karena rotinya ndak keras. Seperti biasa saya dapat resepnya dari instagram, saya lihat di IG nya cici liliana wijaya, cici nya baik hati lho karena setelah saya baking saya DM beliau tanya mengenai beberapa hal juga responnya baik dan cici lili ini sempet komentarin postingan saya di IG. Saya copas saja resepnya beliau disini, supaya nanti kalau mau bikin kue bisa cusss langsung intip lagi resepnya.


SWEET BREAD ( with whipping cream )
( versi 2 kuning telur )
Source : @liliana.wijaya68

Bahannya :
300 gr tepung komachi ( bread flour / high protein flour / tepung protein tinggi lainnya misal : cakra )
60 gr gula pasir
10 gr susu bubuk
5 gr fermipan / instant yeast
2 kuning telur + 40 gr whipping cream cair ( misal : Anchor ), tambahkan susu cair, timbang sampai mencapai = 220 gr
( susu cairnya suhu dingin kulkas )
30 gr butter
2 gr garam

Caranya :
Campur di mixer bowl tepung komachi, susu bubuk, fermipan, gula pasir, mixer dg kecepatan pelan sambil tuang cairan susunya
Setelah setengah kalis masukkan butter & garam
Mixer terus sampai kalis elastis ( window pane stage )

Bulatkan, istirahatkan selama kurang lebih 45 mnt sampai mengembang 2x nya

Kempiskan adonan, ulen dg lembut sebentar
Bagi2 sesuai selera, bulatkan, istirahatkan lg 10 mnt
Gilas spy udara yg terperangkap bisa keluar, isi dg isian sesuai selera, bentuk, letakkan di loyang yg sudah dioles mentega
Istirahatkan lagi 1 sampai 1,5 jam atau tergantung suhu ruangan
Oles dg susu cair waktu akan dioven

Panaskan oven 10 mnt sebelumnya, oven dg api atas bawah suhu kurang lbh 170 – 180 C sampai matang
Begitu matang keluar oven oles dg butter supaya mengkilat & lembut
Kalau sudah agak dingin segera bungkus roti dg plastik


Untuk hasil baking saya kemarin ada di gambar di bawah ini, belum terlalu bagus sih tapi menurut saya pribadi lumayan lah (hahaha…menghibur diri).

  • Kalau menurut saya belajar bikin roti manis itu yang susah ngadonnya, untuk mendapatkan adonan yang kalis elastis (window pane) seperti gambar pertama saya sendiri membutuhkan waktu sekitar 30 menit memakai hand mixer merk miyako. Hitung-hitung sekalian olahraga ya, karena berasa banget pegelnya waktu ngemixer adonan, apalagi saya masih amatir masih harus banyak belajar teknik mixer adonan. Kemarin juga agak kawatir sama mixer nya karena takut mixer nya panas dan kobong (kebakar), waktu nge-mixer juga sering on off in mixer supaya ada jeda mixernya biar adem sebentar, dan kemarin pun menurut saya hasil adonannya masih belum begitu window pane karena belum maximal ngadon saya sudah terpaksa harus berhenti mixernya karena sudah ada bau tidak enak dari mixer nya. Lihat gambar pertama, adonannya hanya bisa di jembreng selebar itu saja, misalkan di tarik lagi bakalan sobek adonannya, itulah yang saya bilang belum begitu window pane (masih harus banyak belajar lagi). Dan enaknya bikin roti manis itu banyak jeda waktu saat nunggu proofing, jadi bisa saya gunakan buat nyambi banyak hal, bisa saya manfaatin waktunya buat main sama anak dulu, mandiin kakak sama adik, atau bisa saya gunakan buat beberes rumah dulu, cuma ya itu jadi ndak sabar nunggu matengnya, kepingin segera nyicip.
  • Untuk soal resep, kemarin saya buatnya ada sedikit perbedaan di whipping cream nya, di resep nya ci lili pakainya whipping cream cair, tetapi kemarin saya cari whipping cream cair di daerah saya agak susah dan adanya whipping cream bubuk merk pondan, maklum mungkin karena sudah masuk perbatasan kota jadi tidak begitu lengkap tokonya. Kemarin saya juga sempet bingung gimana takarannya, akhirnya saya coba-coba saja lah semoga beruntung, kemarin saya tetap takar whipping cream bubuknya 40gr+susu cair dingin+2 kuning telur total timbangannya 220 gr. Padahal aturannya di kemasan untuk whipping cream bubuk dicampur dulu dengan air dingin kemudian di kocok, tetapi kemarin saya tidak pakai aturan itu, langsung saya campur dengan kuning telur dan susu dingin. Dan menurut saya hasil akhir rotinya tidak ada masalah sih.Semoga ketidak tahuan saya ini menjadi pembelajaran buat saya pribadi.
  • Bahan filling nya saya pakai selai stroberry dan DCC batangan. Untuk ngebentuk adonannya setelah dikasih filling apa memang susah ya, atau karena saya masih amatir ya??? Pertama, untuk filling DCC kemarin memang saya agak kebesaran motong-motong coklatnya jadi semakin susah ndapetin bentuk roti yang bulat sempurna (lihat foto kedua yang ada wijennya). Kedua, pakai filling strobery ini lebih kesulitan lagi saat ngebentuk rotinya, karena si selai maunya keluar dari adonan terus, dan karena teksturnya selai yang cair ini bikin adonannya jadi licin jadi mau ditutup ndak bisa, adonannya jadi ngebuka terus,akhirnya selainya bocor dan mbleber-mbleber (lihat foto kedua yang tanpa wijen).
  • Dan yang terakhir seperti biasa saya memanggangnya pakai oven tangkring alias otang, kemarin saya panaskan ovennya kira-kira 15 menit dengan api sedang dan untuk lama memanggang 30 menit memakai api sedang. Untuk memanggang dengan oven memang harus pakai ilmu kira-kira, jadi memang harus sering-sering praktik supaya hafal ya sama perkiraan pengaturan suhu dan lamanya memanggang.

Ayo semangat terus belajar, doing by learning ya bunda (menyemangati diri sendiri). Demi anak-anak dan suami yang seneng ngemil.

Salam Otang

Ratih Puspa Dewi

Iklan

Untuk kita..

Ada kalanya, kita tiba-tiba merasakan ada sesuatu yang salah. Ada kalanya, kita merasakan ada bagian dari diri kita yang kosong. Ada kalanya, kita merasa sedih tanpa sebab. Apakah mungkin itu cara Allah mengingatkan kita untuk tetap dekat dengan-NYA, apakah mungkin itu cara Allah mengingatkan kita untuk banyak introspeksi diri dan berdzikir kepada-NYA. Jika beruntung kita akan segera menyadari. Bahwa mungkin kita rindu pada-NYA. Rindu berkeluh kesah pada-NYA, rindu bercerita pada-NYA, rindu memohon pada-NYA.

Ada kalanya kita merasa takut. Seringnya kita merasa takut, takut kehilangan. Kita takut kehilangan, kehilangan sesuatu yang kita anggap milik kita, padahal semua itu titipan, karena sedari awal semua itu titipan, karena semua yang kita miliki adalah milik-NYA. Allah hanya menitipkannya kepada kita dan menguji kita, mampukah kita merawatnya, mampukah kita memanfaatkannya untuk tetap berada di jalan-NYA dan mampukah kita melepasnya apabila suatu saat diambil kembali oleh-NYA

Kemudian, pilihan ada di tangan kita. Menyadari sedari awal, lakukan yang terbaik menurut versi kita, lakukan yang terbaik di manapun kita berada, karena Allah melihat, Allah menilai, Allah memperhitungkannya. Atau pilih untuk mengabaikannya..

With love

Ratih Puspa Dewi





Perlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan..


Berbuat baiklah, jangan pandang siapa yang meminta..


Apa yang kamu tabur, itu yang akan kamu tuai..


Yang kamu perbuat saat ini, akan kembali lagi kepada kamu..


Entah kapan,tinggal tunggu waktunya…


Tuhan mengetahuinya, Tuhan memberikan balasannya..


Maka sekali lagi berbuat baiklah,untuk orang lain..


Karena menjadi orang baik untuk diri sendiri saja tidak cukup..


Dia tempatku belajar..

Dia kadang berteriak, mungkin karena dia kelebihan energi

Dia kadang kasar, mungkin karena motorik nya belum terlatih

Dia kadang pelit, mungkin dia belum sepenuhnya belajar berbagi..

Dibalik semua itu dia sebenarnya baik, dia kadang perhatian dengan sekitarnya. Dia memijit kaki bundanya ketika melihat bundanya lelah. Dia menyuapi adiknya roti ketika dia makan roti. Dia mengingatkan ayahnya untuk tidak merokok ketika ayahnya mulai keluar rumah dan merokok di luar pagar rumah. Dia juga membagi susu kotaknya kepada adiknya ketika bunda sengaja hanya membelikan 1 kemasan susu. Dia membersihkan wajah adiknya dari tepung ketika adiknya asik bermain tepung milik bunda. Dia membantu mencuci piring bekas makannya dia (tanpa diminta)..

Bersabarlah bunda, dia sedang berproses, dan bunda tau berproses itu tidak instan, berproses itu butuh waktu. Kita sebagai orangtua harus sering mengarahkan, tanpa kenal lelah. Jangan mengeluh, jangan melabeli, karena itu akan tertanam dibawah alam sadar bunda dan alam sadar balita mu.

Ingat balita mu sedang belajar, belajar menjadi baik, seperti dirimu yang setiap hari juga belajar menjadi orangtua yang baik. Seperti dirinya, dirimu pun ketika berproses kadang melakukan kesalahan, jadi jangan meluapkan marah padanya, nasihati dengan santun, ketika dia “berlebihan” tegurlah dengan tegas bukan dengan kasar dan bukan pula dengan bentakan atau teriakan

Tersenyumlah dan berbahagialah, karena kebahagianmu adalah surga mereka. Sejauh apapun anak-anak pergi dan bermain, keluarga adalah tempat mereka kembali pulang.

Warm Regards

(Bunda yang harus terus belajar)


mood swing atau”drama queen” ?

Anak sulung saya usianya 4 tahun 3 bulan pada november ini. Satu minggu belakangan ini suasana hatinya mellow sekali, ditegur sedikit nangis, di marahin sebentar juga nangis. Di sela tangisnya itu ada kalimat baru yang sering dia ucapkan, dia sering bilang:

“dulu waktu keia kecil keia nggak pernah dimarahin ayah bunda”

“kan bunda yang ngelahirin keia, suka beliin keia kue dan baju, kok bunda marah-marah sama keia, katanya sayang”

“dulu waktu ada ayah bunda dan keia, bunda nggak pernah marah-marah”

Di kesehariannya kadang dia memang agak drama, mood swing nya naik turun cepat sekali, baru marah sebentar tetapi beberapa menit kemudian (kalau sudah teralihkan) dia bisa tertawa terbahak-bahak dan tak jarang joget-joget karena ada hal yang lucu, dan bisa juga sebaliknya. Nah, yang terjadi akhir-akhir ini apakah karena kebiasaan dramanya dia atau memang suasana hatinya sedang sendu. Pertama kali saya dengar dia berkata demikian saya kok rasanya pengen ikut mewek dan langsung memeluknya tetapi ternyata pelukan saya di tolak (saya jadi semakin sedih), saya jadi sedih anak kecil seperti keia kok bisa punya pemikiran demikian dan merasa seperti itu, apakah dia merasa tersisih dari adiknya yang berusia 19 bulan.

Keia memang sering bertengkar dengan adiknya, adiknya baru anteng mainan tanpa sebab tiba-tiba dia memukul adiknya, adiknya pinjam mainan langsung dipukul olehnya, dalam sehari sudah tidak bisa dihitung dengan jari, dan sudah tidak terhitung juga seberapa sering saya teriak-teriak ketika melerainya. Apakah anak usia segitu dengan adiknya selalu cemburu seperti keia dengan adiknya ? ? Pertanyaan itu berulangkali saya tanyakan tapi kesimpulan yang saya dapat ketimbang anak-anak lain sepertinya hanya sulung saya yang bersikap demikian

Saya dan suami biasanya marah apabila si kakak sudah mulai bersikap kasar pada barang atau orang di sekitarnya seperti kepada saya,ayahnya dan adiknya, biasanya kalau sudah begitu kita langsung menegur dengan lisan tetapi kalau kasarnya sudah melebihi batas biasanya saya menerapkan hukuman mengurungnya di dalam kamar selama beberapa menit hingga dia mau minta maaf, hal tsb saya lakukan supaya mengurangi keinginan dia untuk lebih banyak menyakiti/bersikap kasar kepada saya/ayahnya/adiknya. Terlepas dari itu saya bersikap wajar kepada kedua anak saya, saya juga menghindari bersikap membanding-bandingkan anak-anak saya, karena saya tidak ingin melukai hati kedua anak-anak saya. Terlebih anak sulung saya ini punya perasaan yang sensitif, jadi saya berusaha sebaik mungkin untuk tidak melakukan hal tsb, karena pasti akan melukai hatinya.

Menjadi orang tua itu belajarnya seumur hidup, ujiannya setiap hari. Terlebih orangtua muda seperti saya dan suami, kalau kata orangtua ini belum seberapa karena anak-anak masih kecil, ujiannya masih seputar kenakalan-kenakalan kecil, perjalanan masih panjang, semoga stok sabar kami masih banyak dan semoga kami bisa meng-upgrade nya setiap hari. Introspeksi, introspeksi, introspeksi, dan perbaiki !!! itu yang harus saya lakukan. Karena saya sadar sepenuhnya bahwa pola asuh yang saya terapkan sekarang akan saya wariskan ke anak-anak saya nantinya, karena yang mereka terima sekarang akan tertanam di bawah alam sadarnya, maka saya tidak ingin menerapkan pola asuh yang sebenarnya salah.

Warm Regards

Ratih Puspa Dewi


Bersyukur atau membandingkan????

Jangan membanding apapun yang ada di hidup kamu, just don’t!!!! kecuali yang ingin kamu bandingin adalah harga cabe per kg nya di warung pak min lebih murah daripada harga cabe di warung bu dul, kalau ini sih harus ya supaya menghemat uang belanja buat beli lipstik baru, 🙂

Apa yang kamu dapat dari membanding-bandingkan? kalau menurut saya tidak ada manfaat baiknya, yang di dapat malahan sakit hati baik itu yang dibandingkan ataupun yang membandingkan.

bapak: kamu mau kuliah?
anak: iya pak, saya mau kuliah
bapak: tapi kan kamu tidak sepintar sepupu kamu itu, mana bisa kamu kuliah,lagipula bapak tidak punya uang untuk mengkuliahkan kamu!!!

Sepenggal percakapan ini makjleb ya di hati, pertama orangtua memberitahu tidak bisa mengkuliahkan dan kedua orangtua juga membandingkan bahwa si anak tidak sepintar saudara sepupunya, double strike!!! Tuh kan saya yang nulis dan kemudian membacanya sakit hati apalagi kalau ada yang pernah mengalami.

Jauhkan lah dari otak kita pikiran-pikiran untuk membandingkan apapun. Sebelum kita  membanding-bandingkan kita harus pikirkan dulu reaksi apa yang timbul dan apakah aksi yang di lakukan atas bentuk dari reaksi tsb bersifat positif. Seperti contoh di atas tadi, sebelum membanding-bandingkan si anak dengan sepupunya harusnya orangtuanya berpikir dahulu nanti si anak reaksinya bagaimana apakah sakit hati atau biasa saja, dan nanti kira-kira bagaimana ya aksi nya apakah anak tsb akan terpacu untuk bekerja sambil kuliah dan anak tsb kemudian belajar sungguh-sungguh supaya IPK nya bisa bagus atau alih-alih anak tsb terpacu semangatnya malahan anak tsb jadi sakit hati dan minder kemudian mengubur dalam-dalam impiannya untuk melanjutkan kuliah. Selain itu sebelum membandingkan sebaiknya kita pikirkan dulu apa tujuan dari kita membanding-bandingkan, apakah untuk memacu semangat atau memang untuk merendahkan atau yang lebih parah lagi tidak memikirkan sama sekali tujuannya karena asal bicara saja (ini sih menyebalkan ya kalau menurut saya).

bapak : si adek kok nggak kayak kakaknya ya bu
ibu : maksudnya gimana pak
bapak : iya itu si kakak kok baik ya nggak kerja tapi bisa kasih uang ke kita Rp.1.000.000, kalau adek kok cuma kasih Rp.500.000, padahal adek kan yang pendidikannya tinggi dan kerja juga
ibu : #$%^&%$$^***&&%$$

*ya tuhan, bukannya bersukur atas rejeki dan atas usaha anak menyenangkan orangtua ini malahan menggerutu dan membanding-bandingkan.

Itu hanya sederet kecil percakapan tentang membandingkan, masih banyak percakapan-percakapan lainnya yang berisi membandingkan. Kalau kita punya waktu luang buat membandingkan-bandingkan hidup kita, seperti pekerjaan kita, rejeki kita, anak/suami/istri/orangtua kita kenapa sih waktu luang kita tidak kita gunakan saja untuk bersyukur atas apa yang diberikan kepada kita. Setelah membandingkan biasanya kita meratapi nasib kenapa tidak sesuai dengan harapan kita. Daripada membandingkan alangkah baiknya kalau bersyukur dan bila menurutmu masih kurang maka upayakan apa yang menurutmu masih kurang lalu berusahalah sesuai dengan kemampuan, jangan memaksa.

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”
(QS. Ibrahim 14: Ayat 7)

Please, bijaksanalah sebelum berbicara dan berpikirlah sebelum menyampaikan maksud kita kepada orang lain.

 

*reaksi/re·ak·si/ /réaksi/ n 1 kegiatan (aksi, protes) yang timbul akibat suatu gejala atau suatu peristiwa

*aksi/ak·si/ 1 n gerakan, 2 n tindakan, 3 n sikap (gerak-gerak, tingkah laku) yang dibuat-buat

 


https://kbbi.web.id/reaksi (diakses pada 24 Oktober 2018, pukul 15.27)

https://kbbi.web.id/aksi (diakses pada 24 Oktober 2018, pukul 15.30)

 

Warm Regards

Ratih Puspa Dewi

 

 

 

Buku itu pintu kemana saja..

Ungkapan itu sebenarnya sama dengan buku adalah jendela dunia, cuma biar terkesan dramatis jadi saya ganti sedikit,hehehehe.  Saya suka excited kalau berbicara soal buku apalagi kalau ketemu teman ngobrol yang nyambung diajak diskusi soal buku, bukan diskusi yang berat sih, ya sekedar sharing buku-buku yang bagus apa saja dan membahas isi buku yang sudah dibaca.

Dari saya kecil saya sudah suka membaca buku. Saat SD dulu saya diangkat anak oleh pakde saya (kakak dari ibu saya), pakde bekerja di percetakan buku yang cukup terkenal di masa itu (sekarang percetakan itu sudah bangkrut). Saya sering diberi buku-buku cerita oleh pakde saya, biasanya buku cerita rakyat indonesia, menyenangkan sekali. Kadang kalau hari minggu saya diajak jalan-jalan di simpang lima, saat itu di tahun 1990-an bundaran simpang lima semarang kalau malam minggu dan hari minggu  diperbolehkan untuk berjualan aneka macam rupa barang, kalau ke sana saya suka beli buku/majalah bekas seperti majalah bobo dan majalah donal bebek. Buku saya saat SD dulu lumayan banyak sampai-sampai saya buat persewaan buku bacaan di kompleks perumahan pakde saya, dan ini banyak yang minat loh..Oya saya juga join dengan sahabat saya, dia juga punya banyak buku, hahaha.. mental wiraswasta sudah ada dari jaman saya SD, tapi entah kenapa mental saya itu sedikit demi sedikit menguap.

Beranjak SMP saya kembali tinggal dengan orangtua saya, orangtua saya tipe yang tidak suka melihat saya banyak baca buku seperti komik dan novel. Beralih saya abg saya lebih tertarik membaca komik dan novel, novel yang saya baca dulu sih seputaran novel 5 sekawan, harry potter,goshbumps, detektiv conan, detektiv kindaichi dan beberapa komik serial cantik&serial mistery. Semua buku-buku saya dapat dari meminjam ke beberapa teman sekolah, bahkan sampai harus mengantri karena 1 sekolah hanya ada 3 orang yang punya banyak koleksi buku. Ayah saya tidak suka saya membaca buku-buku tsb karena baginya buku-buku tsb bikin saya bodoh dan malas belajar. Saya kalau baca sampai harus ngumpet di kamar, kalau inget rasanya sedih bercampur geli. Mungkin bagi beliau pendidikan adalah yang paling utama mengingat kita memang tidak hidup dalam keluarga yang berkecukupan, dan beberapa kebutuhan harus benar-benar diupayakan supaya bisa terpenuhi.

Setelah saya punya penghasilan sendiri hingga sekarang kalau ada buku yang ingin saya beli saya usahakan untuk beli, tapi tetap harus mempertimbangkan kebutuhan utama saya dahulu. Begitu juga untuk anak-anak saya, saya ingin memfasilitasi anak-anak saya dengan banyak buku supaya mereka suka membaca dari kecil dan bisa mendapatkan ilmu dari membaca. Kita sendiri tahu kalau sekarang sudah era digital, kalau kita tidak pandai mengalihkan anak dari gadget sudah pasti anak-anak bisa kecanduan gadget. Oh ya bahkan di era digital ini buku-buku online juga bisa di akses dari gadget atau PC.

Sebenarnya saya tidak terlalu tertarik membaca buku secaran online karena beberapa hal , biasanya saya hanya membaca novel-novel online yang memang tidak diterbitkan. Alasan pertama saya tidak begitu suka membaca secara online yaitu karena saya bisa pusing dan leher sakit hingga 2-3 hari karena harus berhadapan dengan layar berpendar dalam beberapa jam. Kedua, novel dan komik online tsb diakses oleh banyak orang dan semua kalangan usia, padahal di situ banyak sekali novel/komik yang isinya vulgar dan bahkan banyak yang bertema LGBT, ya Allah anak-anak dibawah umur gampang sekali mengaksesnya. Susah ya mencegah hal-hal tsb supaya tidak di akses anak-anak, tapi usaha pertama saya untuk anak-anak saya secara dini ya dengan berusaha menyediakan buku-buku secara fisik di rumah. Sebenarnya tidak hanya novel/komik online saja, tapi novel/komik yang berupa fisik dengan tema seperti itu  pun banyak yang beredar baik dijual secara online atau di toko buku offline. Dari beberapa yang saya baca, ada novel online yang bergenre remaja tapi isinya vulgar, duh..miris sekali. Besar harapan saya semoga pihak-pihak terkait bisa menyaring apa aja yg di publish oleh penulis. Dan tentu kita sebagai orangtua juga punya peran besar menyaring apa saja yang dikonsumsi anak dan kita harus menanamkan pendidikan moral kepada anak-anak kita sejak dini supaya anak bisa mengetahui mana yang pantas dan mana yang tidak pantas. Karena buku itu bisa jadi pintu kemana saja, bisa membawa kita kemana saja, memberikan informasi kepada kita mengenai apa saja, yaahhh……sekali lagi informasi apa saja.