Ayo bikin roti manis

Sudah sejak lama ingin coba bikin roti-rotian, tetapi selalu maju mundur karena alasan yang sepele seperti lagi males, takut gagal lah atau lagi sok-sok nggak ada waktu padahal sebenernya karena niatnya aja yang kurang,hehehe. Pernah baca captionnya salah satu bakergram yang top di instagram (tapi lupa siapa), untuk pemula yang mau coba buat roti disarankan buat yang mudah-mudah dulu seperti roti manis.

Weekend lalu saya sudah membulatkan tekad mencoba membuat roti manis, dengan bahan isiannya pakai yang seadanya saja di rumah, karena masih ada sisa dark coklat (sisa buat brownis panggang) jadi saya pakai dark coklat batangan saja. Untuk isiannya, saya pikir sementara yang seadanya saja lah ya, yang terpenting belajar buat roti manis nya dulu, belajar bagaimana caranya supaya rotinya berhasil dan enak. Dan yang nggak kalah penting bulatin dulu tekadnya, urusan rotinya berhasil atau tidak pikir belakangan.

Dan….. ternyata eh ternyata membuat roti manis pertama kali tidak semulus pantat bayi, belajar otodidak dan minim pengalaman membuat saya memaklumi kegagalan saya, hehehe pembelaan diri ini sih namanya. Roti manis yang saya buat kemarin tekstur rotinya keras diluar, garing di dalam, hahaha… mari kita lihat penampakannya:

Untuk gambar roti di atas, ini saya panggangnya pakai loyang yang persegi (yang loyang untuk kue kering), hasilnya luarnya keras dan dalamnya garing rotinya, kalau ingat hasilnya jadi ingin tertawa, hahahaha. Beda dengan hasil di loyang persegi panjang yang agak tinggi (gambar bawah), karena hasil tekstur roti nya sedikit (sedikit saja lho ya) lebih lembut dan tidak terlalu garing, tetapi tetap saja hasil masak kali ini jauh dari kata sukses.

Nah, dari tampilan luarnya saja keliatan kan kalo rotinya keras,hehehe. Kenapa hasilnya bisa keras? mungkin karena ngadon nya kurang lihai, saya akui itu. Untuk pengalaman pertama yang amburadul ini saya jabarkan saja ya, supaya di kemudian hari kalau mau buat roti manis saya bisa inget lagi kesalahan-kesalahan yang pernah saya lakukan.

Pengalaman saya:

  • Waktu mixer adonan kue (pakai kaki mixer spiral), saya kewalahan sekali karena adonannya selalu ikut naik bahkan adonan sampai nyempil di dalam lubang untuk tempat kaki mixer. Berkali-kali saya matikan mixer, karena saya harus menurunkan adonan pakai spatula kemudia saya mixer kembali dan saya matikan lagi mixernya saya turunkan adonannya, begitu terus adonannya nggak pernah mau tinggal di mangkok plastik. Akhirnya saya berhenti mixer setelah saya rasa adonan sudah tercampur semua, jadi fatalnya disini saya berhenti mixer bukan karena adonan sudah kalis elastis tapi karena menurut saya yang penting semua bahan  sudah tercampur semua dan karena saya sudah tampak kewalahan dan takut mixer karena mixernya pun sudah panas. Berkat ilmu ngawur dan sotoy saya beginilah hasilnya. Yaahh sekali lagi karena malas cari tau mengenai trik mixer adonan kue, jadi ya begini ini hasilnya.
  • Setelah di mixer, adonan dibulatkan dan diistirahat kemudian di tutup pakai kain bersih atau plastik wrap. Di sini saya tidak membulatkan adonan tapi cuma saya rapiin dengan spatula kemudia ditutup pakai kain bersih (tuh kan males lagi).
  • Seharusnya adonan diistirahatkan kurang lebih 10-15 menit di wadah tertutup, sudah saya istirahatkan sesuai dengan yang tertulis di resep, tetapi ketika saya buka kok adonan tidak mengembang, akhirnya saya ganti tutupnya dari kain bersih saya tutup pakai plastik wrap kemudia atasnya baru kain bersih selama 15 menit, jadi totalnya 30 menit dan adonan hanya mengembang sedikit. Mungkin langkah ini juga menyumbang kegagalan saya ya hehehhe.
  • Untuk oven, karena saya pakai oven tangkring waktu mangganya biasanya tidak pernah sesuai dengan yang ada di resep, biasanya waktunya lebih lama dari yang tertulis di resep (ini ide sotoy saya). Hal ini saya lakukan karena saya tidak bisa mengira-ngira apakah panasnya pas, biasanya patokan saya sih dari tes tusuk atau warna permukaan roti. Karena kemarin perdana buat roti manis, saya pikir dilihat dari warna yang terlihat dari luar oven sudah pas kematangannya, ehhhh…ternyata setelah roti keluar hasilnya keras, terlalu lama manggangnya.

Percobaan berikutnya bekal ilmunya harus lebih banyak, harus sering scroll akunnya para bakergram yang top di instagram. Catat dulu resepnya dan jangan menyesal karena gagal sekali. Di rumah saya kalau ada eksperimen yang gagal alhamdulillah nya tidak begitu mubazir kok, karena tinggal di akal saja cara menikmatinya. Kalau hasilnya keras ya tinggal bikin teh atau kopi nanti rotinya di celup-celup dulu sebelum dimakan, kalau kemanisan ya tinggal makannya didampingi kopi, udah gitu aja simpel, hal-hal sederhana saja sudah bikin kita happy kok.


Resep Roti Manis  (saya pakai 1/2 resep)

Source : nanaratna251

Rebaked : me

500 gr tepung protein tinggi (saya pakai cakra)

11 gr ragi instan

1 butir telur dan susu cair ditimbang total 300gr

100 gr margarine

100 gr gula pasir

Taburan : gula pasir

Isian : dark coklat batangan dipotong-potong

Cara membuat:

  • Campurkan telur&susu cair, aduk rata. Masukan tepung terigu, ragi, gula pasir, mixer sampai kalis elastis.
  • Adonan dikembangkan 10-15 menit. Terus bagi adonan sesuai selera, gilas adonan supaya udara yang terperangkap keluar, bentuk sesuai selera. Diamkan selama 45 menit, biarkan fermentasi sampai mengembang 2x lipat dari ukuran semula. Oles susu cair dan tabur gula. Panggang susuh 180-200c sekitar 15 menit

Selamat mencoba

Ratih Puspa Dewi



Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.